Semangat Melayani Sambil Bernyanyi

Waktu itu, hujan membasahi kota Jakarta. Lebat. Deras. Basah kuyup. Saya menerobos nekat walau sadar pakaian kerja akan basah, meski sudah memakai jas hujan.  Saya ingin buru-buru sampai. Ingin datang tepat waktu. Ya. Kamis, adalah waktu latihan Caecilia. Jam 7 malam. Entah kenapa saya tidak ikut berhenti di dalam terowongan, atau halte pinggir jalan, seperti orang lain. Saya memutuskan jalan terus. Tidak ingin terlambat.

Sampai di ruang latihan, celana dan baju saya seperti habis kecebur kali, seluruh tubuh basah, termasuk pakaian dalam. Lantas saya duduk.

Continue reading “Semangat Melayani Sambil Bernyanyi”