Pohon Natal

Johansen Viggo - Radosne Boże Narodzenie

Pohon Natal itu dijual seharga 36 juta. Tinggi menjulang melebihi rata-rata tinggi orang Indonesia, lengkap dengan aksesori bernuansa emas, menggantung gemerlap, di pucuk-pucuk daun cemara artifisial. Komplit. Lengkap. Tinggal pasang. Ini pesan yang tersirat dari pohon itu yang terlihat gagah menjulang di tengah ramai hiasan Natal terpajang di sebuah pusat perbelanjaan yang tidak terlalu penuh pengunjung.

Saya terperangah ketika melihat pohon Natal itu. Harganya membuat saya tak habis pikir, apa ada orang yang akan membelinya? Bagus. Siap pakai. Hanya diperlukan sebuah ruang cukup luas untuk menaruhnya dan yang pasti bukan di rumah saya saat ini.

Terlintas indahnya pohon Natal yang terpasang di rumah-rumah, lengkap dengan orang-orang yang saling bertukar cerita dan hadiah-hadiah terbungkus rapi di bawah kakinya. Kehangatan percakapan, keceriaan cerita ketika keluarga, sahabat dan orang tercinta berkumpul di depan pohon Natal, muncul di benak saya. Bisakah kita membeli momen seperti itu? Ruang dan waktu yang terbagi bersama, indah, hangat, hal yang makin langka saya temukan. Kerinduan untuk berkumpul, bertemu muka, rasanya menjadi begitu berharga, jauh melampaui harga pohon Natal lengkap dengan aksesorinya itu.

Saya lantas bertanya-tanya, apakah banyak pohon Natal semakin kesepian di sudut ruang karena ditinggalkan penghuninya. Indah dihias cuma sekedar syarat dan ritual.

Kemana kalian? Dimana kehangatan suasana saat diriku kau pasang, tertawa bahagia ketika bulatan mengkilap itu kau pasang padaku, pelan hingga tidak terjatuh. Kerjasama untuk membuat diriku indah. Dimana kalian semua ketika aku sudah bersolek apik lengkap dengan kerlip lampu, menari-nari mengikuti irama lagu. Berpijar menyinari ruang di rumahmu. Dimana kalian?

Saya lanjutkan langkah kaki melintasi si pohon Natal tadi. Mungkin nanti suatu waktu, di hadapanmu akan bergulir lagi cerita-cerita lengkap dengan hadiah serta kehangatan kasih, persis seperti kasih yang hadir melalui bayi mungil yang terpasang di sebelahmu ditemani ayah ibunya dan hewan-hewan, serta bintang terang dan para malaikat yang menghiasi sukacita Natal.

Selamat Natal.

4 thoughts on “Pohon Natal

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s