Senyum Ketulusan Menyentuh Hati

Jakob Oetama, 80th years of grateful life. on Twitpic

Saya ingin berbagi pada Anda tentang sebuah senyum ketulusan yang menyentuh hati.

Suatu ketika, saya sedang melintas di depan sebuah gedung yang waktu itu adalah kantor surat kabar Jakarta Post di Palmerah. Saya juga ketika itu berstatus sebagai karyawan baru dalam masa kontrak di Kelompok KOMPAS Gramedia. Saat saya berjalan di situ, di hadapan saya tampak sosok yang saya kenal dan saya yakin ia tidak mengenal saya. Kami berpapasan. Pria berkacamata ini lantas tersenyum pada saya. Senyumnya sangat tulus bahkan hingga saat ini masih terkenang momen itu. Tanpa berkata sepatah katapun saya pun mengulas senyum sambil tetap berjalan.

Pria pada cerita saya di atas adalah Pak Jakob Oetama. Senyum ketulusan di wajah Pak Jakob menyentuh hati saya. Senyumnya sama sekali tidak menampilkan keangkuhan, ataupun memberi batas ia pimpinan dan saya karyawan biasa. Tidak juga senyum pura-pura atau basa-basi. Senyumannya sungguh tulus.

Senyum adalah sapaan. Ia berdaya ampuh menyapa dan menyentuh jika dilakukan natural dan tulus. Lakukan saja dengan tulus dan dijamin senyum itu akan menyentuh hati seperti yang dilakukan oleh Pak Jakob, senyum ketulusan yang menyentuh hati saya.

Sudahkah Anda tersenyum hari ini?

2 thoughts on “Senyum Ketulusan Menyentuh Hati

  1. Sensitifitas yang mengagumkan.. teruslah berkarya Bung ! Bangsa ini memerlukan manusia2 yang sensitif seperti anda

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s