Memotret Anggrek Itu Mudah

Bunga adalah subjek foto yang mudah ditemukan. Contohnya bunga anggrek yang ada di halaman rumah ibu saya ini. Saya yakin di sekitar rumah Anda pun ada tanaman bunga. Menurut pengalaman saya, memotret bunga itu mudah, semudah menemukannya. Subjek bunga bisa sering dijadikan sarana berlatih bagi pemula di dunia fotografi.

Berikut ini saya berikan beberapa tips yang bisa Anda coba sendiri untuk memotret bunga anggrek di halaman rumah.

Contoh Foto A

 

Data Teknis Foto A

Pencahayaan Backlight

Contoh foto A menampilkan pencahayaan backlight. Arah cahaya yang datang dari belakang subjek foto (disebut Backlight) mampu menampilkan indahnya tekstur kelopak bunga anggrek.

Pada data teknis foto A bisa dilihat, saya memilih waktu untuk memotret bunga di pagi hari, jam 07:00 WIB. Sinar matahari pagi belum terlalu terik. Keindahan bunga bisa keluar berkat pencahayaan yang belum terlalu terik. Tekstur, bentuk, warna bisa tampil maksimal dengan pencahayaan yang baik.

Gunakan Fill-in Flash

Gunakan fill-in flash untuk menambahkan pencahayaan pada bagian depan bunga. Seperti pada contoh foto B di bawah ini.

Contoh Foto B

 

Data Teknis Foto B

Fill-in Flash yang saya pakai adalah built-in pada kamera E510. Kecepatan Rana 1/80 detik. Kekuatan pancaran sinar flash saya pilih 1/64 saja agar bagian depan tidak terlalu terang. Pada kamera yang saya pakai, ada pilihan seberapa kuat sinar flash memancar pada subjek. Ini membantu membuat efek foto.

Pilihan Program Makro


Pada kamera modern, umumnya ditemukan pilihan pemotretan otomatis untuk memotret makro. Biasanya dilambangkan dengan gambar kelopak bunga. Pada contoh foto A dan B saya menggunakan program makro (pada data teknis tertulis creative program) agar terpilih secara otomatis bukaan diafragma dan kecepatan rana optimal. Dengan pilihan ini, dapat dihasilkan foto dengan latar belakang blur dan ketajaman baik.

Bukaan Diafragma

Bukaan diafragma atau F-Stop juga menjadi penting untuk menampilkan bunga lebih menonjol daripada latar belakang. Jika diperhatikan pada foto A dan B, latar belakang subjek bunga menjadi blur, tidak fokus. Hal ini terjadi karena pilihan panjang fokal lensa 42 mm. Lensa yang saya pakai memang fokal terpanjang berada 42 mm sedangkan fokal terlebar di 14 mm. Secara otomatis pada foto A dan B, bukaan diafragma terpilih f/7,1 dan f/8

Kecepatan Rana

Kecepatan rana atau Shutter Speed juga menjadi hal penting ketika memotret bunga. Angin yang menerpa kelopak, batang bunga dapat membuat subjek bunga tidak tajam, blur, tidak fokus karena goyang.  Maka itu pergunakanlah kecepatan rana minimal 1/60 detik. Pada contoh foto A, kecepatan rana terseleksi otomatis 1/160 detik. Sedangkan pada foto B, terseleksi otomatis 1/80.

Kecepatan rana bisa dipilih secara manual jika menggunakan Program Manual (biasanya pada tombol di kamera dilambangkan dengan huruf M).

Tips: Pergunakan tripod, kaki tiga untuk meletakkan kamera agar menghindari goncangan tangan.

Komposisi

Komposisi, sudut pengambilan foto juga perlu perhatian. Pada contoh di bawah ini, flare terjadi karena sudut pengambilan foto terlalu mendongak, ke atas, sehingga cahaya matahari yang datang dari belakang bocor masuk ke dalam bingkai foto.

Berikut ini contoh foto dengan kesalahan pengambilan, komposisi.

Contoh foto yang salah

Tips: Gunakan sudut pengambilan sedikit menunduk atau dari atas subjek bunga sekitar 45 derajat. Jika ingin mengambil ke arah atas hindari flare dengan menggunakan tudung lensa atau cara praktisnya gunakan tangan. Awas goncangan kamera ketika Anda hanya menggunakan satu tangan saja.

Gunakan  Ukuran File Terbesar

Ukuran file terbesar di sini maksudnya pilihlah cara penyimpanan paling baik dari kamera yang Anda pakai. Pilihlah format RAW atau format file JPEG terbesar.  Umumnya penyimpanan file ada 2 yaitu RAW atau JPEG.  Manfaatnya menggunakan ukuran file terbesar adalah ketika akan kita crop foto tersebut mutu gambar masih terjaga dengan baik, istilah populernya gambar tidak pecah atau blur. Pada contoh foto di bawah ini saya menggunakan HI-JPEG berukuran 3648 x 2736 pixel sehingga ketika dicrop, detil dan ketajaman terlihat baik.

Contoh foto B diperbesar 100%

Fotografi adalah suatu ketrampilan yang jika ingin mahir harus terus berlatih dan diasah. Tetap memotret dan selalu belajar.

Memotret itu mudah! Salam.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s