Jatuh

Ya saya baru saja jatuh. Tepatnya jatuh dari motor. Maklum kemungkinan jatuh dan celaka di Jakarta saat mengendarai motor cukup besar. Besar dalam arti sering dan selalu. Belajar dari jatuh biasanya lantas menjadi lebih hati-hati. Waspada dan selalu siaga ketika berkendara.

Semua orang butuh cepat. Tergesa dan terburu-buru menjadi bagian sehari-hari yang harus dilalui. Bukan hanya padat jalan raya dan macet di mana-mana. Setiap warga ibukota berjuang menyelamatkan diri dari celaka, namun juga dituntut segera, saat ini tiba.

Saat saya jatuh, motor tidak saya pacu kencang. Jatuh hanya karena menghindari tabrakan dengan taksi yang tiba-tiba menengok ke kanan sementara saya hendak melaju lurus. Gubrak! Saya pun tertimpa motor mendarat mulus di aspal yang panas siang itu. Teman saya seorang wanita yang sedang membonceng pun ikut jatuh. Untung saja setiap kita jatuh ada yang rela membantu. Terima kasih teman-teman baru yang mengangkat motor saya dan menepikannya.

Lantas bagaimana urusannya? Minta ganti uang perawatan diri saya dan teman, lalu perbaikan motor? Untung saja puji Tuhan saya tidak luka berat begitupula teman saya. Kasihan juga si supir taksi yang menurut penuturannya belum dapat setoran. Terlepas dari bohong atau tidak, nyeri di lutut kiri kaki saya sudah meminta perhatian. Harus segera diobati. Saya pun mengalah. Sudahlah ini pelajaran buat saya dan si supir taksi untuk lebih berhati-hati.

Siang itu sembari nyeri di panas matahari saya melaju dengan hati-hati, tetap di tepi.

Ketika saya jatuh MInggu 21 September 2008 di depan Pasar Baru, Jakarta.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s