Menyentuh Hati yang Resah dan Gelisah

Mas A, CEO (Chief Executive Officer) Kelompok Buah-buahan (baca: KBb) yang berbisnis menerbitkan media sedang merasakan dua kata, resah dan gelisah, muncul ke permukaan beberapa minggu ini.
Menurutnya, karyawan sedang mengalami keadaan resah dan gelisah.
Apa pasal?
Mensosialisakan perubahan memang sedang ia lakukan. “Ini bagian dari pekerjaan saya,” kata Mas A menjelaskan alasan beliau hadir pada “Temu CEO” dengan seluruh karyawan PT.Jambu, unit usaha di KBb. Meski beliau terlambat sekitar 20 menit, pertemuan tanpa menyebut agenda ini berjalan lancar dan disambut kurang dari 5 pertanyaan dari karyawan.
 
Ada 30% yang pasrah, ikut saja. Di mana saja asal gajian tetap tanggal 25 bahkan berharap meningkat nilainya. 30% lainnya bingung soal transport ke tempat kerja, lainnya bisik-bisik soal upah, akankah naik atau malah turun gaji. Sementara 30% lagi menangkap perubahan yang terjadi sebagai sebuah peluang baru. Demikian Mas A satu di antara pemimpin asal Jawa Tengah ini menjelaskan perkembangan di berbagai unit dalam bersikap pada perubahan besar yang sedang terjadi di Kelompok Buah-buahan tempat PT.Jambu ini berada.
 
Mas A mengatakan bahwa kini KBb bukan berada di urutan teratas. KBb berada diurutan ke-3 menurut sebuah majalah bisnis yang menyajikan data Raja Media. Di peta persaingan jejaring media, tersebutlah MNC dengan Harry Tanu, dan Pak CT alias Chaerul Tanjung yang memimpin Para Group tempat media Trans TV, Bang Mega, Coffee Bean dan beberapa merek terkenal dunia seperti ZARA berada. Belum lagi grup Jawa Pos dan Republika yang terus menyodok ke urutan atas dengan berbagai inovasi dan keberanian.
Saat ini pebisnis “betulan” sudah masuk membuat media. Eranya makin fragmented, pasar maupun industrinya. Tak heran jika ke depan, media makin banyak, makin inovatif, dan makin segmented. Maka atas alasan tersebut diperlukan efisiensi dan efektifitas dalam bisnis.
Beberapa hal saya sarikan dari pembicaraan beliau, saat ini perlu karyawan yang kompeten dan fokus, dan media kini bukan lagi bisnis yang idealis. Bisnis tetap bisnis dan sang idealis makin menipis.
 
Dalam kaitan dengan persaingan di industri media, ajang menggali inovasi juga digelar guna mencari mutiara di antara lumpur. Diharapkan lahirnya ide cemerlang dari karyawan di level manapun bisa terjaring dengan baik. Entahlah apakah tahun-tahun yang akan datang acara Inovation Award ini bisa membantu perkembangan KBb.
 
Kabar baru mengenai perubahan akan terjadi di Januari 2009. Perusahaan tempat saya bekerja akan bergabung dengan grup yang lebih besar dengan spesialisasi membuat majalah dan tabloid. Unit usaha PT.Jambu akan masuk ke dalam kelompok media yang terbit secara periodik.
 
Ini berarti suasana baru, lokasi kerja baru, tantangan dan masalah baru akan menanti di tahun yang baru. Kelompok-kelompok berpadu menyiapkan strategi dan ide jitu.
 
Jika siapa saja yang memimpin bisa menyentuh hati yang sedang resah dan gelisah, pastilah akan ada susu dan telur bahkan mutiara terbaik akan muncul suatu saat nanti.
 
Touch The Heart

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s